FENDY ADITIYA
“Dengan Dzikir, Pikir & Amal Sholeh,Ayo Kita Rubah Dunia …Arsip untuk Berita Jember
Masdar Lakukan Fit and Proper Test
Lumajang-Pelantikan Sjahrajad Masdar dan As’sat Malik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Lumajang oleh Gubernur Imam Utomo terlihat khidmat. Pelantikan yang diselengarakan di DPRD Lumajang ini mendapatkan penjagaan ekstra ketat dari aparat keamanan setempat.
Walau telah ditetapkan sebagai Bupati Lumajang, Sjahrazad Masdar tak mau jumawa dan sewenang-wenang. Langkah pertama yang direncanakannya setelah pelantikan adalah melakukan penataan pejabat. Tapi hal itu akan diserahkan sepenuh kepada Baperjakat. Dirinya menegaskan bahwa tidak akan ada intervensi yang bisa mempengaruhi pendapat Baperjakat.
Penempatan pejabat ini selanjutnya akan didasarkan dari uji kelayakan fit and proper test. Melalui tes tersebut diharapkan Baperjakat dapat mengambil langkah yang objektif. Penataan ini menurut Masdar selain untuk menempatkan pejabat sesuai keahliannya diharapkan juga mampu meningkatkan pelayanan pada masyarakat.
Fit and proper test ini dianggap sebuah keharusan yang perlu dilakukan agar jalannya pemerintah tidak terhambat. Hal ini perlu dilakukan karena di Lumajang penempatan pejabat eselon II, III, IV terlihat masih tidak rapi. Ada pos-pos yang dijabat oleh orang diluar disiplin ilmu yang dibutuhkan, seperti adanya camat yang berasal dari guru ataupun seorang dokter yang ditempatkan sebagai asisten.
Terkait banyaknya pejabat yang sowan kediamannya ataupun As’at Malik, Masdar tak mempermasalahkannya. Tapi walaupun loby-loby seperti itu dilakukan tak akan mampu mengintervensi penempatan pejabat tersebut. pejabat yang tidak professional tentu akan dikenai sanksi. Hal ini tak luput dari PNS yang tidak netral dalam Pilkada tempo hari. Keprofesionalan PNS harus dijunjung tinggi, ujarnya. [Fendy Aditiya]
PALAGAN JUMERTO
Desa Jumerto kecamatan Patrang yang berjarak sekitar enam kilometer sebelah utara dari kota Jember ternyata meninggalkan kisah perjuangan tersendiri. Pada tahun 1949 terjadilah peristiwa heroik yaitu perlawanan masyarakat sekitar dan pasukan Mobrig (sekarang Brimob) terhadap penjajah Belanda.
Sesuai data yang didapat oleh Mahardhika, saat itu pasukan Mobrig di bawah pimpinan AKP Soekari datang ke desa Jumerto dengan kekuatan 3 Pleton atau kurang lebih 90 orang. Mereka tengah melakukan perjalanan gerilya dari daerah Malang, Lumajang dan Jember. Mereka tiba di desa Jumerto pada malam Kamis tanggal 11 Februari 1949 jam 01.30 wib.
Merasa situasi aman maka mereka pun memutuskan untuk beristirahat di musholah dan rumah-rumah warga. Berhubung saat itu kondisi masih musim paceklik maka warga sekitar hanya memberikan makanan ala kadarnya. Saat sedang beristirahat tepatnya pukul 06.00 wib tentara Belanda yang terdiri dari KNIL dan Cakra datang bersama warga untuk menunjukan tempat peristirahatan tentara Mobrig. Pertempuranpun tak bisa dielakkan. Tentara Mobrig bersama rakyat yang setia pada Negara Indonesia melakukan pertempuran melawan pasukan Belanda.
Sampai menjelang siang, disaat pertempuran berlangsung pasukan Brimob mendapatkan perintah untuk tidak melanjutkan perlawanan, dan segera mundur untuk menghindari korban yang lebih banyak terutama rakyat Jumerto. Menurut kesaksian Bpk Abdarullah selain korban dari Brimob 13 anggota yang gugur dan rakyat 20 orang yang meninggal serta kcrban penganiayaan dan perkosaan, di pihak Belanda juga banyak yang tewas karena pada saat itu ada seorang warga yang ditanya oleh pasukan Belanda dimana tempat persembunyian pasukan Brimob, mereka menunjukan ke arah tentara Belanda sehingga terjadi tembak menembak sesama pasukan Belanda dari kesalah pahaman ini, banyak pasukan Belanda yang tewas tetapi jumlahnya tidak diketahui dengan pasti sampai sekarang.
Disela – sela momentum 17 Agustus, disaat dibukanya BBJ II oleh Bpk Bupati MZA Djalal, team Mahardhika menelaah lebih jauh monumen Palagan Jumerto perlu mendapat perhatian khusus. Disaat ini, sudah saatnya palagan untuk direhabilitasi, karena sudah banyak yang retak-retak dan perlu mendapatkan perbaikan. Sehingga para generasi muda bisa menghargai nilai-nilai perjuangan para pahlawannya yang telah gugur demi kemerdekaan bangsa ini.[Fendy Aditiya]
Utamakan Operasional Bandara
Jember-Dishub Jember telah melakukan kalkulasi tari tiket penerbangan dari Surabaya – Jember dan sebaliknya. “harga promosi tiket Surabaya – Jember Rp 300 Ribu,” ungkap kadishub Jember Sunarsono kepada Erje kemarin.
Tarif itu, kata dia merupakan tarif promosi. Karena hanya berlaku selama promosi, tarif itu hanya bersifat sementara. Soal sampai kapan promosi ini di lakukan, dia belum bisa mengungkapkan. Begitu pula soal rencana tarif diluar masa promosi, Sunarsono menuturkan kepada Mahardhika sekitar Rp 500 ribu. Hal ini setelah mengalami kalkulasi dan perhitungan bersama.
Asumsi yang diberikan adalah sekitar 18 kursi penumpang sebagaimana sesuai kapasitas pesawat LET 410 yang dipakai maskapai PT Tri MG ke Jember terisi penuh maka sekali jalan dishub dapat mengatongi pemasukan Rp 5.400.00.
Rugi atau untung, untuk saat ini tidak menjadi prioritas. Yang terpenting bagaimana operasional bandara dapat terlaksana. Point utama yang akan dikejar adalah biaya operasional. Selama operasional tertutupi maka rugi atau untung menjadi nomor dua. Untuk saat ini pemasukan yang bisa dilihat mungkin dari penjualan tiket, charge pendaratan, dan lepas landas pesawat, charge parkir pesawat dan sebagainya.
Soal kemungkinan kerugian yang harus ditanggung akibat adanya kursi kosong, dia menjelaskan ada kebijakan dari pempov Jatim bahwa kerugian akan ditanggung oleh kabupaten tetangga. Misalnya dengan Lumajang dan Bondowoso. Contohnya jika sekali terbang load factor hanya 70 persen, maka kerugian 30 persen ditanggung tiga kabupaten. Tapi pembicaraan kongkretnya masih dalam pembahasan.
Sunarsono menjelaskan pihaknya tidak pesimistis dengan respo pasar penerbangan di Jember dan sekitarnya. Sebab bagi masyarakat Jember, Lumajang dan Bondowoso yang memilih kenyamanan dan kecepatan, angkutan udara akan menjadi pilihan.
Bagi pebisnis, lanjutnya, keluar uan agak banyak asal waktu efisien tidak menjadi masalah. Karenanya, pihaknya optimistis rute ini akan mendapat respon positif. Bahkan menurut sunarsono sudah ada pihak-pihak yang melakukan pembookingan kurso.[Fendy Aditiya]








