Lumajang-Pelantikan Sjahrajad Masdar dan As’sat Malik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Lumajang oleh Gubernur Imam Utomo terlihat khidmat. Pelantikan yang diselengarakan di DPRD Lumajang ini mendapatkan penjagaan ekstra ketat dari aparat keamanan setempat.
Walau telah ditetapkan sebagai Bupati Lumajang, Sjahrazad Masdar tak mau jumawa dan sewenang-wenang. Langkah pertama yang direncanakannya setelah pelantikan adalah melakukan penataan pejabat. Tapi hal itu akan diserahkan sepenuh kepada Baperjakat. Dirinya menegaskan bahwa tidak akan ada intervensi yang bisa mempengaruhi pendapat Baperjakat.
Penempatan pejabat ini selanjutnya akan didasarkan dari uji kelayakan fit and proper test. Melalui tes tersebut diharapkan Baperjakat dapat mengambil langkah yang objektif. Penataan ini menurut Masdar selain untuk menempatkan pejabat sesuai keahliannya diharapkan juga mampu meningkatkan pelayanan pada masyarakat.
Fit and proper test ini dianggap sebuah keharusan yang perlu dilakukan agar jalannya pemerintah tidak terhambat. Hal ini perlu dilakukan karena di Lumajang penempatan pejabat eselon II, III, IV terlihat masih tidak rapi. Ada pos-pos yang dijabat oleh orang diluar disiplin ilmu yang dibutuhkan, seperti adanya camat yang berasal dari guru ataupun seorang dokter yang ditempatkan sebagai asisten.
Terkait banyaknya pejabat yang sowan kediamannya ataupun As’at Malik, Masdar tak mempermasalahkannya. Tapi walaupun loby-loby seperti itu dilakukan tak akan mampu mengintervensi penempatan pejabat tersebut. pejabat yang tidak professional tentu akan dikenai sanksi. Hal ini tak luput dari PNS yang tidak netral dalam Pilkada tempo hari. Keprofesionalan PNS harus dijunjung tinggi, ujarnya. [Fendy Aditiya]






